Definisi Puisi Lama Dan Jenis-jenisnya

btdc.co.id – Puisi kuno adalah karya sastra dalam bentuk puisi, yang masih tunduk pada aturan-aturan tertentu dalam penciptaannya. Aturan – Aturan itu sendiri merujuk pada kata, baris, ayat, sajak dan ritme dalam puisi. Dalam perkembangannya ada dua jenis puisi, yaitu puisi lama dan puisi baru. Sekarang, puisi baru atau bahkan puisi modern adalah kebalikan dari puisi lama, di mana puisi baru tidak lagi terikat oleh aturan tertentu.
Definisi puisi kuno, karakteristik puisi kuno, jenis puisi kuno, contoh-contoh puisi kuno

Sebelum melanjutkan dengan puisi lama, kita harus terlebih dahulu memahami definisi sebuah puisi.
Dalam bahasa itu, kata “puisi” berasal dari bahasa Yunani, yang berasal dari kata “poites”, yang berarti “pembangun”, “produser” atau “generator”. Secara umum, puisi adalah karya sastra dalam bentuk seni tulis, yang merupakan bentuk ekspresi perasaan penulis melalui bahasa, yang terkait dengan ritme, mantra, sajak dan penyusunan teks dan ayat. Puisi adalah karya sastra yang menekankan bunyi, struktur dan makna yang harus ditransmisikan. Karena itu dapat dikatakan bahwa puisi mewujudkan penggunaan bahasa sebagai seni yang memiliki kualitas estetika (keindahan).

KARAKTERISTIK – BENTUK PUISI TUA

1. Ini adalah puisi populer
2. Penulis sering tidak dikenal karena didistribusikan secara lisan.
3. Bahasa yang solid dan bermakna
4. Sangat melekat pada aturan berikut:
Jumlah suku kata dalam 1 baris
Jumlah kata dalam 1 baris
Jumlah baris dalam sebuah ruangan
Perpajakan (Rima)
kecepatan

KLASIFIKASI SPESIES – JENIS-JENIS JENIS PUISI DAN CONTOH

1.Pantun

Pantun adalah salah satu karya sastra dari jenis puisi lama, yang sangat luas dan dikenal dalam bahasa-bahasa nusantara, yang terdiri dari Sampiran dan Isi. Istilah “pantun” berasal dari bahasa Jawa kuno, atau “kepemimpinan”, yang berarti “mengorganisir” atau “mengorganisasi”. Pada dasarnya Pantun adalah bentuk penciptaan sastra, yang terkait dengan aturan fiskal dan memiliki sajak dan sajak yang indah. Selain itu, pantun juga memiliki arti dan makna penting. Pada awalnya, Pantun hanyalah ekspresi lisan. Namun seiring waktu, Pantun disajikan secara tertulis. Pantun adalah puisi lama yang berirama dengan a-b-a-b, di mana setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, setiap baris terdiri dari 4 baris, 2 baris utama adalah Sampiran, 2 baris lainnya terdapat.
Contoh pantun adalah:
Burung gereja jarang bertemu
Bahkan sampai mati
Jangan pernah berperang melawan orang tua
Mereka harus dihormati

2.Mantra

Mantra adalah semacam puisi lama dalam bentuk suara, suku kata, kata-kata atau kumpulan kata yang diyakini dapat menyebabkan perubahan spiritual. Penggunaan mantra mungkin berbeda dari tempat penggunaan mantra, tergantung pada filosofi dan budaya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mantra didefinisikan sebagai susunan kata-kata dengan unsur puitis (rima dan ritme) yang dianggap kekuatan magis. Contoh mantra adalah:
Cincin excavator
Nasi di kepala Malukut
ASI Anda menjadi keruh
Saya katakan, itu tidak terdengar
Dipercaya bahwa mantra yang disebutkan di atas berfungsi sebagai obat untuk sakit perut.

3. Carmina

Karmina, atau biasa disebut “Pantun Kilat”, adalah salah satu puisi kuno yang memiliki karakteristik seperti sajak, tetapi hanya terdiri dari 2 baris dalam satu ayat dan berima a-a. Karmina biasanya digunakan untuk mengekspresikan perasaan secara langsung. Baris pertama di Karmina adalah Sampiran dan baris kedua memiliki bentuk konten. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata dan 4-8 kata.
Contoh karmina:
Dulunya parang, sekarang besi
Sayang, sekarang aku benci

4. Seloka

Seloka adalah sejenis puisi lama yang digunakan untuk menyampaikan sindiran, ejekan atau Sendagurau dalam bentuk pepatah. Biasanya Seloka terdiri dari 2 garis panjang, yang digabungkan menjadi 4 garis. Secara umum, setiap baris terdiri dari 18 suku kata (2×9). Jika terdiri dari lebih dari satu kamar, ada hubungan antara isi setiap kamar. Contoh dari Seloka:
Langsung ke Payakumbuh,
Timbal jati
Dimana hati tidak akan semrawut
Ibu sudah mati, ayah sudah pergi

Jati di jalan,
Cabang patah karena angin
Sang ibu meninggal, sang ayah berkata,
Di mana keuntungan diberikan

5. Talibun

Talebun adalah sejenis puisi lama seperti Pantun, yang memiliki lebih dari 4 baris (6, 8, 10, … -20). Talibun juga memiliki Sampiran dan isinya, yang merupakan setengah dari Talibun Sampiran dan setengah lainnya isinya. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Talibun memiliki ayat abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde dan seterusnya sesuai dengan jumlah derajat Talibun.
Contoh Talibun:
Kenapa pakai sandal?
Berjalan kaki singkat di kaki yang terluka
Rasa sakit itu menyebabkan luka
Mengapa mencari orang terkenal?
Banyak pesaing
Mendin mencari apa yang kamu suka

6. Puisi

Puisi adalah sejenis puisi lama, masing-masing memiliki empat baris dan suara yang sama untuk setiap baris. Puisi dapat digunakan untuk menyatukan segala sesuatu dalam kaitannya dengan segalanya. Syair hanya memiliki konten dan tidak ada sampiran, skema penerimaannya adalah a-a-a-a.
Contoh puisi:
Atau dengarkan pesannya
Manfaatkan sifat anak laki-laki
Bertanggung jawab atas tindakan tersebut
Berat badan adalah pantang

Atau berlian pilihan
Sifat tanggung jawab Anda untuk berlatih
Berani potong tangan dengan cepat
Milikilah keberanian untuk membuat hutang

7. Gurindam

Gurindam adalah puisi lama yang terdiri dari dua bait, yang masing-masing terdiri dari dua kalimat dengan puisi a-a. Jumlah suku kata dalam Gurindam biasanya 10-14 suku kata berturut-turut. Gurindam membahas hubungan sebab akibat, biasanya baris pertama adalah penyebab dan yang kedua adalah hasilnya.
Contoh dari Gurindam:
Siapa yang tidak punya agama
Dia harus menjadi bidat di dunia

Agar hidup Anda tidak meninggalkan dunia dan akhirat
Jadi Anda akan segera menyesalinya.

Sumber: https://www.berpendidikan.com/2019/05/contoh-puisi-lama-terlengkap.html

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian present continus

Contoh penulisan angka romawi 1 sampai 300

 

Comments are closed.