Kondisi Pertanian Indonesia Saat Ini

btdc.co.id – Indonesia dikenal karena potensi sumber daya alamnya yang luar biasa. Hal ini tercermin dari tingginya keanekaragaman hayati yang dapat ditemukan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Indonesia juga dikenal sebagai pertanian dan Zeeland karena sumber daya mineralnya yang kaya. Selain itu, kondisi geografis yang strategis dan iklim tropis membuat kualitas potensi alam lebih unggul daripada negara lain. Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk membimbing Indonesia, khususnya oleh sektor sektoral, khususnya pertanian.

Dapat dikatakan bahwa pertanian di Indonesia adalah kekuatan pendorong perekonomian. Selain menghasilkan makanan untuk kebutuhan masyarakat, pertanian akan menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas. Saat ini, sektor pertanian Indonesia adalah sektor yang paling berpengaruh kedua untuk pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi manufaktur ke industri manufaktur. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor-sektor lain seperti perdagangan dan konstruksi. Pada kuartal kedua 2017, sektor pertanian terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari peta jalan pertanian yang dibuat oleh pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Gudang Pangan Dunia pada tahun 2045.

Kondisi pertanian

Sejauh ini, Indonesia masih berusaha untuk meningkatkan produktivitas sektor pertaniannya, terutama produksi makanan. Hal ini dilakukan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan yang dicapai dengan meningkatkan produksi beras dalam negeri. Pertumbuhan populasi mengharuskan sektor pertanian terus menjadi lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pada 2017, produksi beras dalam negeri meningkat 2,56% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi jagung juga meningkat sebesar 18,55%. Peningkatan ini bisa disebabkan oleh pengembangan sistem irigasi yang berkelanjutan untuk sawah yang ada, sehingga tidak lagi tertutup hujan. Menurut data terakhir, sawah irigasi telah mencapai 58,41% atau sekitar 4,78 juta hektar, sedangkan sisanya terdiri dari sawah non-irigasi.

Pada 2017, Indonesia berhasil menghentikan impor banyak makanan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Beras, cabai dan barang bawang merah tidak lagi tergantung pada impor. Pada 2019, Indonesia berharap swasembada dengan konsumsi bawang putih dan gula. Namun tahun ini, masih ada sejumlah bahan baku yang mengalami penurunan produksi, seperti kedelai, yang produksinya telah menurun 36,9% dan kacang tanah sebesar 15,8%. Ini menunjukkan bahwa masih belum ada distribusi upaya yang seragam untuk meningkatkan produktivitas semua produk pertanian.

Dapat dikatakan bahwa pertanian Indonesia sekarang berkembang. Namun jika Anda melihat lebih dalam, masih ada sejumlah masalah yang masih menjadi kendala. Salah satunya adalah penurunan pekerjaan pertanian. Indonesia telah kehilangan 0,51% dari produksi pertaniannya pada tahun 2016 dan 2,21% tahun ini. Lebih lanjut, masalah yang menghambat pengembangan pertanian tahun ini adalah kurangnya benih tanaman pangan yang berbeda, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sejak Oktober 2017, produksi benih padi inbred telah menurun hampir 40.000 ton dan padi hibrida hanya meningkat sekitar 15 ton.

Bisakah pertanian Indonesia maju?

Tentu saja bisa. Dengan potensi, upaya dan strategi yang dikembangkan pemerintah, pertanian Indonesia akan terus berlanjut. Tentu saja, dengan kerja sama yang berkelanjutan dengan semua aspek terkait, mulai dari petani hingga pembuat kebijakan. Melihat pencapaian pertanian tahun ini dalam hal keberhasilan swasembada beras menunjukkan perkembangan pertanian maju.

Upaya terus mendorong pertanian Indonesia untuk mengatasi hambatan yang menjadi kendala. Tahun ini, pemerintah fokus membangun jaringan irigasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi beras dengan meningkatkan luas tanam dan penanaman. Tujuan pembangunan irigasi ini mencapai 100 ribu hektare. Selain itu, pemerintah selalu mendukung inovasi untuk membantu petani menjadi pemain kunci dalam meningkatkan produktivitas pangan nasional, misalnya dengan menciptakan varietas unggul, praktik budidaya, dan pengelolaan hama. Inovasi lain adalah mencapai titik balik dengan mempertahankan area perbenihan bulanan dengan beras. Ini akan menjadi

Baca Lainnya:

Pengertian CSR (Corporate Social Responsibility)

Jenis Jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Topologi

 

Comments are closed.