Lindungi Anak remaja dari pergaulan bebas

Asosiasi bebas didefinisikan sebagai tindakan di luar batas kewajaran yang melanggar norma-norma moral dan agama. Di Indonesia, pergaulan bebas mengacu pada penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan alkohol, dan aktivitas seksual yang tidak aman. Ironisnya, remaja lebih rentan untuk jatuh ke dalam perilaku ini.

Ingat, dampak dari perilaku ini adalah tidak bermain. Dalam kasus hubungan seksual pranikah, perilaku ini dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan gangguan lain dalam perkembangan anak. Sementara penyalahgunaan narkoba dan alkohol tidak hanya menyebabkan kerusakan organ tetapi juga kematian.

Lindungi Anak remaja dari pergaulan bebas

Lantas bagaimana cara melindungi anak dari pergaulan bebas? Mari kita simak saran-saran berikut.
Saran untuk melindungi anak-anak dari pergaulan bebas

Keluarga, atau dalam hal ini orang tua, adalah garis pertahanan pertama yang bertanggung jawab penuh untuk melindungi anak.

Jika Anda tidak membuat langkah cepat menjadi bijaksana, bukan tidak mungkin anak Anda terseret ke dalam lingkungan bebas yang semakin mengganggu. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:
1. Undang anak untuk berdiskusi

Tidak dapat dipungkiri jika masa remaja adalah waktu tersibuk bagi anak-anak. Tetapi ketika anak Anda dan Anda berdua memiliki waktu luang, gunakan waktu itu untuk mengajukan pertanyaan dan bertukar cerita.

Anda dapat memicu obrolan dari topik paling sederhana. Misalnya, menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anak di sekolah dan bagaimana anak biasanya bergaul dengan teman-temannya. Kemudian obrolan dinyanyikan tentang topik utama. Beri tahu anak itu apa pergaulan bebas secara umum, apa saja hal-hal yang masuk dalam tindakan dan apa bahaya untuk anak Anda dan orang-orang di sekitarnya.

Jelaskan dengan lambat dalam bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. Mintalah anak itu meminta segala sesuatu yang masih membuat mereka bingung. Jangan ragu untuk mengatakan “Saya tidak tahu” jika Anda benar-benar tidak tahu jawabannya.
2. Memberikan pendidikan seks

Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang seks dan seksualitas. Ini adalah bagian alami dari proses pertumbuhan. Namun, keingintahuan yang tidak disertai dengan pengetahuan yang berkualitas dapat membimbing anak-anak untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka melalui saluran lain yang umumnya tidak pantas dan dapat berbahaya. Misalnya, dari internet, film porno, mitos dan tekanan teman sebaya.

Di sinilah peran Anda sebagai orang tua sangat diperlukan. Pergaulan bebas sangat dekat dengan kegiatan seksual yang berbahaya dan berisiko. Jadi, mulailah memperkenalkan pendidikan seks kepada anak-anak sejak usia dini, meskipun obrolan seks masih dapat diklasifikasikan sebagai hal yang tabu untuk diskusi terbuka.

Pendidikan seks bukan hanya tentang seks. Anda bisa mulai dengan menjelaskan misalnya perbedaan tubuh pria dan wanita secara umum, perubahan tubuh saat pubertas, bagaimana kehamilan terjadi, risiko kehamilan pada masa remaja dan area tubuh yang mungkin tidak disentuh oleh orang asing. Juga ajarkan anak-anak untuk berani menolak atau melarikan diri ketika ada orang asing menyentuh area ini.

Iya nih. Pendidikan seks tidak hanya tentang menjaga remaja keluar dari pergaulan bebas karena ingin “mencoba” karena penasaran. Pendidikan seks dini juga dapat melindungi anak Anda dari bahaya pelecehan seksual oleh orang-orang di sekitar mereka.

Singkirkan semua rasa malu yang mungkin Anda rasakan ketika Anda memberi tahu anak Anda. Ingatlah bahwa kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan anak-anak jauh lebih penting daripada kapasitas sementara.

Pastikan Anda tidak menjelaskannya dengan cara yang rumit karena anak Anda mungkin memiliki visi yang buruk atau bahkan kehilangan minat pada topik yang sedang dibahas. Jadikan diskusi ini ringan pada beberapa kesempatan. Dengan cara ini, anak memiliki waktu untuk menyerap dan mengingat informasi yang diperoleh.
3. Terapkan aturan ketat di rumah

Menerapkan aturan ketat di rumah adalah cara yang aman bagi orang tua untuk menghindari pergaulan bebas pada remaja. Beberapa aturan yang harus diterapkan, misalnya, menyangkut waktu malam.

Beri tahu setiap anak, baik pria maupun wanita, untuk tidak pulang larut malam. Minta anak-anak pulang setidaknya jam 8 malam. Kecuali ada masalah lain dengan alasan yang bagus.

Juga, Anda dilarang mengundang teman-teman dari lawan jenis untuk bermain di area kamar anak Anda.
4. Ketahui semua teman anak Anda

Dalam banyak kasus, perilaku remaja tercermin dalam lingkungan pertemanan mereka sehari-hari. Ya, kasus penyalahgunaan narkoba, alkoholisme, dan bahkan seks bebas dapat diaktifkan jika anak-anak bermain dan berkumpul di lingkungan yang mendukung hal-hal ini.

Jadi, pastikan Anda mengenali semua teman anak Anda dengan baik. Jika perlu, minta anak Anda untuk membawa pulang teman-temannya dan mengenal Anda lebih baik.

Baca juga :

Comments are closed.