Modul Adalah: Fungsi, Karakteristik, Prinsip, Sistematika

Memahami modul
Baca cepat Buka

Modul adalah program seragam yang dapat mengukur tujuan. Modul dapat dipandang sebagai paket program yang disatukan dalam bentuk unit khusus untuk tujuan pembelajaran. Menurut Goldschmid, “… modul sebagai unit mandiri, mandiri dari serangkaian kegiatan pengajaran yang direncanakan yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan tugas-tugas tertentu yang terdefinisi dengan baik.” Menurut buku pedoman penyusunan modul, modul adalah unit terkecil dari program belajar mengajar, yang menguraikan (1) tujuan pembelajaran, (2) titik fokus yang akan dipelajari dan disampaikan, (3) secara rinci. kedudukan dan fungsi unit, dalam unit program yang lebih luas, (4) peran guru dalam proses belajar mengajar, (5) alat dan sumber yang akan digunakan, (6) kegiatan belajar mengajar dilakukan dan diinternalisasikan secara berurutan oleh siswa dan (7) LKS yang dilakukan selama proses pembelajaran (Cece Wijaya, dkk., dalam buku Sukiman., 2012:132).

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa ciri-ciri suatu modul adalah:

pertama, modul adalah suatu kesatuan materi pembelajaran yang dirancang khusus agar dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa; kedua, modul adalah program pembelajaran yang lengkap, disusun secara sistematis sesuai dengan tujuan pembelajaran atau Kompetensi yang jelas dan terukur, ketiga, modul memuat tujuan/kompetensi pembelajaran, materi dan kegiatan untuk mencapai tujuan dan alat evaluasi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan keempat, modul biasanya digunakan sebagai materi pembelajaran yang berdiri sendiri dalam sistem pembelajaran jarak jauh, yang dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka tradisional di kelas.
Fungsi modul

Sistem pengajaran modular dikembangkan untuk mengatasi kelemahan sistem

pengajaran tradisional. Selain itu, modul ini juga berfungsi sebagai berikut:

Motivasi belajar pun meningkat secara maksimal.
Kreativitas guru dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, serta layanan individu yang lebih stabil, meningkat.
Dapat menerapkan prinsip kemajuan terus menerus tanpa batas.
Dapat mewujudkan pembelajaran yang lebih terkonsentrasi.

Baca lebih lanjut: Memahami Outsourcing
Properti modul

Untuk membuat modul yang mampu membangkitkan motivasi pengguna, modul harus memiliki sifat-sifat tertentu. Ciri-ciri pengembangan modul adalah sebagai berikut: Pertama, otodidak (siswa mampu belajar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain). Untuk menyelesaikan studi mandiri, modul harus:

Merumuskan secara jelas standar kompetensi dan kompetensi dasar
Mengemas bahan pelajaran ke dalam unit-unit kecil/tertentu untuk memudahkan siswa belajar dengan tuntas
Memberikan contoh dan ilustrasi untuk membantu kejelasan penyajian bahan pelajaran.
Menyajikan soal latihan, tugas, dan sejenisnya yang memungkinkan siswa merespon dan mengukur penguasaannya.
kontekstual; Materi yang disajikan berkaitan dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan siswa.
Gunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif.
Presentasi ringkasan materi pembelajaran
Penyajian alat penilaian (assessment) yang memungkinkan siswa menilai dirinya sendiri.
Menyajikan umpan balik penilaian siswa agar siswa mengetahui tingkat penguasaan materinya.
Memberikan informasi tentang referensi (referensi) yang mendukung materi pembelajaran

Kedua, mandiri. semua materi pembelajaran dari satu unit standar kompetensi yang dipelajari dan kompetensi dasar dimuat dalam modul yang lengkap. Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran karena materi tersebut dikemas menjadi satu kesatuan yang utuh. Jika ada kebutuhan untuk memisahkan atau memutuskan materi dari suatu standar kompetensi, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan kompleksitas kompetensi yang harus dikuasai siswa.

Ketiganya berdiri sendiri. Modul yang dikembangkan tidak bergantung

pada media lain atau tidak harus digunakan bersamaan dengan media lain. Dengan menggunakan modul, siswa tidak perlu menggunakan media lain untuk mempelajari bahan ajar. Jika siswa harus menggunakan media lain selain modul yang digunakan dan bergantung pada media lain, maka modul tersebut tidak tergolong media mandiri. Keempat, adaptif. Modul harus sangat adaptif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,

Lihat Juga :

https://mandiriecash.co.id/
https://allenstanford.id/
https://nusanews.id/
https://majalahkartini.co.id/
https://1news.id/
https://kebangkitan-nasional.or.id/
https://beautynesiablog.id/
https://www.sudoway.id/