Penyakit unik yang ada di Indonesia

Setiap jenis penyakit memiliki istilah medis yang terkait dengan penyebab atau karakteristiknya. Di Indonesia, ada banyak penyakit unik yang sering terjadi, tetapi istilah medisnya tidak banyak diketahui. Banyak orang akhirnya berasumsi bahwa penyakit ini tidak ditemukan di tempat lain.

Apa sebenarnya penjelasan medis di balik penyakit unik ini?

Berbagai penyakit khas Indonesia dan istilah medis

Apakah Anda pernah mencoba pilek, canthan atau anyangang? Meskipun penyakit ini tampaknya sangat “lokal”, pada kenyataannya penyakit ini sebenarnya memiliki istilah medis. Ini ulasannya.

1. Dingin
Dalam literatur medis, pilek tidak memiliki istilah medis yang spesifik. Memasuki angin sebenarnya adalah istilah sekuler yang mengacu pada ketidaknyamanan, artinya kondisi tidak enak badan. Karakteristiknya dapat:

tubuh terasa tidak enak
merasa seolah-olah Anda sedang mengalami penyakit
tubuh terasa lemas dan lesu
ketidaknyamanan di seluruh tubuh
Entri angin sering dikaitkan dengan paparan udara luar atau pendingin udara untuk waktu yang lama. Namun, pada kenyataannya, penyebab malaise itu sendiri sulit ditentukan.

Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi pertanda penyakit lain seperti flu, diare, infeksi bakteri, disfungsi hati.

2. Anyang-anyangan
kandung kemih yang terlalu aktif, infeksi saluran kemih, dan inkontinensia urin
Anyang-anyangan ditandai oleh keinginan untuk buang air kecil tanpa keluarnya urin atau urin yang keluar terlalu sedikit.

Kondisi unik ini sangat umum di Indonesia dan dianggap sebagai penyakit karena kurangnya air minum.

Anyang-anyangan bukanlah penyakit tetapi merupakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Selain anyang-anyangan, penderita ISK biasanya mengalami gejala lain, seperti:

rasa sakit saat buang air kecil
urin tampak keruh, kemerahan, merah muda atau kecokelatan
urin berbau busuk
nyeri pada panggul
ISK disebabkan oleh infeksi bakteri pada kandung kemih atau saluran uretra. Jadi bukan hanya karena Anda tidak minum cukup air.

Meski begitu, Anda masih perlu minum air yang cukup untuk menjaga kesehatan ginjal dan menghilangkan bakteri dari saluran kemih.

3. Cantengan
Di Indonesia, cantengan dikenal sebagai penyakit unik yang diakibatkan terlalu banyak memotong kuku. Dalam dunia medis, cantengan adalah infeksi kuku yang disebabkan oleh jamur atau ragi yang dikenal sebagai onikomikosis atau Tinea unguium.

Gejala utama dari cantengan adalah munculnya luka di area sekitar kuku. Selain itu, Anda juga dapat mencoba gejala kuku dalam bentuk:

kuku yang tebal, bergerigi, patah atau tumpul
kuku menjadi kuning atau terlihat gelap
garis putih atau titik-titik kuning muncul di kuku
rasa sakit di daerah yang terinfeksi
Kuku dan tangan bisa hidup dengan cantengan. Risiko lebih besar pada orang yang memiliki riwayat cantengan dalam keluarga, sering memakai alas kaki tertutup, sering terkena air dan menderita cedera kuku.

4. Angin bertiup
mengatasi nyeri payudara saat sindrom pramenstruasi
Nama penyakit yang satu ini tidak pernah ditemukan di luar Indonesia. Namun, Anda mungkin pernah mendengar istilah medis, angina.

Angina adalah nyeri dada karena berkurangnya aliran darah ke jantung.

Angin yang duduk sebenarnya adalah gejala utama penyakit jantung koroner. Kondisi ini sering disertai dengan gejala lain seperti:

rasa sakit di lengan, leher, rahang, punggung atau bahu
tubuh malas
mual
keringat
sesak napas
pusing
Angina terdiri dari dua jenis: angina stabil dan angina tidak stabil. Angina yang stabil umumnya dapat pulih dengan beristirahat.

Namun, angina yang tidak stabil lebih berisiko menyebabkan henti jantung, sehingga harus segera ditangani dari sudut pandang medis.

Penggunaan nama penyakit yang unik di Indonesia sering menyebabkan kesalahpahaman tentang manajemennya.

Misalnya, penderita angina harus dibiarkan beristirahat, tetapi mereka masih aktif dan akhirnya mengalami serangan jantung.

Dengan demikian, istilah “sekuler” dapat digunakan untuk merujuk pada penyakit tertentu, selama mereka tidak menyebabkan kesalahan dalam perawatan medis.

Jangan mengambil tindakan medis tanpa dasar tertentu karena dapat berbahaya. Yang terpenting, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengetahui kondisi yang menimpa Anda.

Baca juga:

Comments are closed.