Rumus Lensa Cembung

Lensa cembung memiliki dua bidang batas, yang masing-masing dapat memantulkan cahaya. Batas bidang lensa dapat melengkung atau bidang bidang melengkung lainnya.
iklan
Karakteristik lensa cembung

Melalui pengamatan kita dapat melihat bahwa lensa cembung memiliki karakteristik: ujungnya tipis, sedangkan bagian tengahnya tebal.

Lensa cembung Berbagai lensa cembung
Sifat lensa cembung

Rumus Lensa Cembung

Ketika tiga sinar paralel yang keluar dari kotak cahaya diterapkan ke lensa cembung, sinar itu dibiaskan oleh lensa dan berpotongan pada satu titik. Titik ini disebut fokus (hotspot) diberi nilai F.

Fokus lensa Cembung Fokus lensa cembung

Sumber : https://rumusrumus.com/

Titik fokus = titik di mana gambar suatu objek terbentuk pada tak terbatas

O = titik (pusat sasaran)

Jarak fokus (f) = DARI jarak.

Titik fokus lensa cembung adalah nyata, karena merupakan perpotongan dari sinar bias, sehingga jarak fokus lensa (f) adalah positif.

Sifat lensa cembung mengumpulkan cahaya sehingga disebut lensa konvergen.
Cara penerangan khusus pada lensa cembung dan lukisan pembentukan bayangan

Gambar berikut menunjukkan cara di mana 3 sinar khusus dari lensa cembung.

cahaya khusus pada lensa cembung1. Cahaya yang berasal dari kotak cahaya menyala pada lensa positif yang sejajar dengan sumbu utama, dibiaskan melalui api di belakang lensa.
2. Sinar dari kotak cahaya melalui simpul (O) tidak mengubah arah.
3. Sinar dari kotak cahaya melalui fokus F di depan lensa dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

Dari tiga sinar cembung khusus di atas dapat ditarik kesimpulan:

Sinar sejajar dengan sumbu utama, dibiaskan melalui fokus lensa di belakang lensa.
Sinar yang melewati api di depan lensa dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.
Sinar melalui vertex berlanjut tanpa mengubah arah.

Dengan 3 jari-jari khusus atau minimum yang menggunakan 2 sinar khusus, dimungkinkan untuk melukis bayangan benda yang dibentuk oleh lensa cembung.
1) Objek antara O dan F

Objek antara O dan virtual, vertikal, diperbesar

A’B ‘= bayangan virtual di depan lensa (shadow space number = 4)
F1 = fokus di belakang lensa
F2 = fokus di depan lensa
Sifat bayangan: virtual, vertikal, diperbesar
2) Objek antara F2 dan 2F2

Objek antara F2 dan 2F2 Bayangan nyata, terbalik, diperbesar

Shadow A’B ‘adalah: nyata, terbalik, diperbesar
3) Objek antara F2 dan ~

Objek antara F2 dan ~ Gambar Nyata, terbalik, dikurangi menjadi minimum

Shadow A’B ‘, adalah: nyata, terbalik, diminimalkan

Dari tiga lukisan:

Jika objek antara O dan F, sifat bayangan virtual, vertikal disalin.
Jika objek antara F dan 2F nyata, terbalik, diperbesar.
Jika s = f gambar vertikal, virtual, infinity
Jika s = 2 f, bayangan terbalik, nyata, sama
Jika s> 2f, gambar sebenarnya, terbalik, diminimalkan
Bayangan diperbesar | Jadi, bayangan berkurang jika | s ‘<S. (Catatan: | -5 | = 5 atau | 5 | = 5)

4) Objek difokuskan pada (F)

Objek yang difokuskan pada (F) Objek dalam fokus (s = f), bayangan yang mudah diamati adalah: virtual, vertikal, diperbesar.
5) Objek dalam 2 F (s = 2f)

Objek dalam 2 F (s = 2f) Bayangan nyata, terbalik, sama

Objek ke bayangan 2F2, 2F1 adalah: nyata, terbalik, besar.

Dari kelima lukisan tersebut kita dapat menyimpulkan:

untuk. Semua bayangan virtual yang dibentuk oleh lensa cembung selalu dalam posisi vertikal sehubungan dengan objek.
b. Semua gambar nyata yang dibentuk oleh lensa cembung harus dibalik sehubungan dengan objek.

Hubungan antara lensa s, s ‘dan f Convex

Pengamatan menggunakan lensa cembung, lensa dan layar

Pengamatan menggunakan lensa cembung dengan

f = 20 cm.
s = jarak objek
s ‘= jarak bayangan

Dengan menggeser layar lebih dekat atau lebih jauh dari layar jika> 20, layar menjadi lebih tajam. Dalam keadaan seperti itu, jarak antara objek dan jarak bayangan termasuk dalam tabel. Kemudian jarak objek diubah dan juga jarak bayangan diukur ketika bayangan di layar cukup jelas. Hasilnya seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.

Rasio, lensa cembung. Tabel relasi, lensa s dan f cembung

Tabel sebelumnya memiliki kecenderungan bahwa = frac {1} {s} + frac {1} {s} konstan dan cenderung sama dengan frac {1} {f}

Jadi frac {1} {f} = frac {1} {s} + frac {1} {s}

S ‘= jarak bayangan, untuk bayangan virtual, S’ = negatif dan tidak dapat ditangkap dari layar.

Terlihat langsung dari bagian belakang lensa, untuk bayangan nyata:

S ‘= positif
dapat ditangkap dari layar

dari:

S = jarak objek
f = jarak bayangan

Rumus perbesaran sama dengan cermin:

m = frac {s ‘} {s} + frac {h’} ​​{h}
Penggunaan

Comments are closed.