Sejarah Kerajaan Demak, Letak dan Raja-Rajanya

Sejarah kerajaan Demak, tempat kerja, sejarah kerajaan berdiri, nama-nama raja, masa kejayaan, periode kehancuran dan sejarah. Sember : waheedbaly.com

Artikel dalam dokumen Sejarah Kerajaan Demak: Berikut ini kita akan membahas sejarah lengkap kerajaan Demak yang dapat Anda baca sebagai sumber pengetahuan dan bahan belajar untuk sejarah periode kerajaan di Kepulauan, untuk lebih detail, simak penjelasannya di bawah ini.

Posisi Kerajaan Demak

Ada pendapat sebagian tentang posisi istana kerajaan Demak, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh fakultas tersier Walisongo di Jawa Tengah pada tahun 1974 M. Ini adalah deklarasi:

Pendapat pertama
Bahwa sisa pekerjaan Demak hilang, dengan informasi ini bahwa Raden Patah telah mulai menyebarkan ajaran Islam di Demak hanya untuk tujuan menyebarkan agama Islam.
Dan pendirian masjid Demak bersama dengan Walisongo adalah simbol Kesultanan Demak. Tempat tinggal Raden Patah itu sendiri tidak memiliki bentuk istana, tetapi rumah biasa yang terletak di dekat stasiun kereta APi saat ini, tempat itu sekarang disebut “Rowobatok”

Pendapat kedua
Pendapat kedua menyatakan bahwa demak masjid Demak tidak jauh dari istana, tentang lokasi istana Demak berada di tempat yang sekarang telah didirikan oleh Lembaga Pemasyarakatan, yang terletak di sisi timur alun-alun.
Karena alasan ini, pada masa kolonial ada kemungkinan ada unsur niat untuk menghilangkan bekas istana, pendapat ini didasarkan pada keberadaan nama-nama desa yang memiliki latar belakang sejarah, seperti nama-nama berikut: sembarangan, sitihingkil , sampangan, betengan dan jogoloyo.

Pendapat ketiga
Pendapat ketiga menyatakan bahwa posisi istana berada pada posisi yang berseberangan dengan Masjid Agung Demak, yang ditandai dengan keberadaan dua pohon pinang, kedua pohon pinus masih ada dan di antara dua pohon pinus ada makam. kija GUNDUK, menurut sejarah masyarakat setempat yang benar-benar menanamnya adalah dalam bentuk pusaka.

Sejarah berdirinya kerajaan Demak

Demak adalah pelindung Kerajaan Majapahit, yang terletak di pantai utara Jawa, karena penurunan pekerjaan politik Majapahit, menyebabkan kekacauan di rumah karena pemberontakan perebutan kekuasaan. Karena Majapahit berada dalam posisi strategis yang merupakan jalur pelayaran, namun wilayah adipati tidak terpengaruh oleh kekacauan ini karena Demak telah menjadi daerah mandiri.

Dalam sejarah Jawa, banyak yang berpendapat bahwa Kerajaan Demak adalah pengganti Kerajaan Majapahit. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak orang percaya pada pendiri kerajaan, yaitu Anak Raja Majapahit, sehingga kepercayaan inilah yang memfasilitasi pendirian Kerajaan, yaitu Demak.

Raja-raja Demak

Berikut ini adalah nama-nama raja Demak dan penjelasan tentang masa pemerintahannya:

1. Raden rusak
Raden Patah adalah keturunan terakhir Raja Majapahit bernama Raja Brawijaya.
Raden Patah dianugerahi gelar Senopati Jumbang Abdurrahman Panembahan Sayyidin Palembang Panatagama, ada nama kota Palembang di judul Raden Patah karena ia lahir di Palembang
Raden Patah memerintah dari tahun 1475 M hingga 1518, yang berarti bahwa Raden Patah memimpin pemerintahan selama 43 tahun, dimulai dengan dasar Kerajaan Demak.

2. Pasien yang tidak biasa
Pati Unus adalah raja kedua Demak sebagai penerus ayahnya setelah kematiannya, dan Pati Unus naik takhta dari 1518 M. Pati Unus juga dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor, karena keberanian Pangeran Pati Unus untuk memimpin Armada perang angkatan laut menyerang Portugis yang mendominasi Malaka, sekarang Pangeran Pati Unus sangat terkenal karena keberaniannya.
Pasien yang tidak biasa memimpin pemerintahan Demak hanya tiga tahun dari 1518 hingga 1521. Sejak Pati Unus meninggal di medan perang melawan Portugis di Malaka pada 1521, Pti Unus meninggal pada usia 41. Dan kepemimpinan pemerintahan Demak diambil alih oleh adiknya, Sultan Trenggana.

3. Sultan Trenggana
Sultan Trenggana adalah putra Raden Patah dan adik dari Pangeran Pati Unus, Sultan Trenggana naik takhta untuk menggantikan kepemimpinan Pati Unus, pada 1521 M Setelah dinobatkan sebagai raja, Sultan Trenggana menerima gelar Sultan Trenggana, Sultan Trenggana adalah raja Demak terbesar karena kesuksesannya sebagai utusan militer yang dikirim untuk merebut Sunda Kelapa dari tangan kekuasaan Portugis.
Akhirnya kepemimpinan Sultan dari pemerintahan Trenggana dari tahun 1521 hingga 1546 M, saat ia meninggal terbunuh di medan perang di Pasuruan.

Comments are closed.