Tabel Periodik – Keuntungan Dari Tabel Periodik dan Tujuan

Keuntungan Dari Tabel Periodik

Keuntungan berikut menunjukkan mengapa unsur-unsur kimia ini diproduksi dalam tabel periodik :

Tabel tersebut menunjukkan mengapa unsur-unsur kimia milik kelompok dengan sifat yang sama. Tabel ini juga menunjukkan bagaimana dan mengapa sifat-sifat unsur-unsur kimia berbeda selama periode waktu yang sama.
Memprediksi harga nomor oksidasi dari jumlah kelas suatu elemen, baik elemen utama maupun elemen transisi, memberikan angka oksidasi tertinggi yang dapat dicapai oleh elemen tersebut. Ini berlaku untuk elemen logam dan elemen non-logam.
Angka oksidasi terendah yang dapat dicapai oleh unsur bukan logam adalah jumlah kelompok minus delapan. Angka oksidasi terendah untuk elemen logam adalah nol. Ini karena elemen logam tidak dapat memiliki angka oksidasi negatif.

Tabel Periodik

Tujuan Pengelompokan Elemen

Memfasilitasi studi menggabungkan elemen dengan elemen lain dan membentuk senyawa.
Sejarah pengembangan Tabel Periodik unsur
Saat ini, 116 elemen telah ditemukan. Sebagian besar unsur ditemukan di alam dan nomor 92, sedangkan unsur lainnya adalah unsur buatan. Untuk mengeksplorasi setiap elemen, pembahasannya sangat kompleks karena sifat-sifat elemen tersebut berbeda satu sama lain. Karenanya, elemen-elemen ini harus dikelompokkan bersama agar mudah dipelajari.
Elemen pengelompokan didasarkan pada cara mereka memilikinya. Pengelompokan paling sederhana didasarkan pada sifat logam dan non-logam. Lalu ada pengelompokan elemen menurut Lavoisier, disusun menurut Triad Dobereiner, sistem Newlands Octave, tabel periodik Mendeleev, hingga tabel periodik modern yang digunakan saat ini.

1. Pengelompokan elemen berdasarkan sifat logam dan non-logam
Ilmuwan Arab dan Persia biasanya mengelompokkan unsur berdasarkan sifat logam, bukan logam.
Ada beberapa penjelasan mengenai pengelompokan elemen berdasarkan sifat logam dan non-logam, yaitu:
1) Secara fisik, elemen logam umumnya kuat, mengkilap, ulet, dapat ditempa, memiliki kepadatan tinggi dan konduktor panas dan listrik yang baik.
2) Secara kimia, unsur logam umumnya cenderung melepaskan elektron dan bereaksi dengan oksigen.
3) Elemen non-logam memiliki sifat yang berlawanan dengan elemen logam.

2. Pengelompokan elemen menurut Lavoisier
Lavoisier (lahir pada 26 Agustus 1743 di Paris – meninggal pada 8 Mei 1794 di Paris pada usia 50 tahun) bertanggung jawab atas penunjukan oksigen pada 1774.
Lavoisier, yang bernama lengkap Antoine Laurent de Lavoisier (1743-1794), adalah seorang ahli kimia Prancis yang pertama kali mengklasifikasikan elemen. Pada 1789 Antoine Lavoiser mengklasifikasikan 33 elemen kimia. Kelompokkan elemen-elemen ini sesuai dengan sifat kimianya. Unsur kimia dibagi menjadi empat kelompok. Yaitu gas, tanah, logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum, karena ternyata masih ada unsur berbeda dalam kelompok unsur logam yang memiliki sifat berbeda.
Unsur gas yang dikelompokkan oleh Lavoisier adalah cahaya, panas, oksigen, azote (nitrogen) dan hidrogen. Unsur non-logam adalah belerang, fosfor, karbon, asam klorida, fluorida, dan asam borat. Unsur logam antimon, perak, arsenik, bismut. Cobalt, tembaga, timah, Nesi, mangan, merkuri, molibdenum, nikel, emas, platinum, Tobel, tungsten dan seng. Elemen dasarnya adalah kapur, magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida dan silikon oksida.
Kelemahan Teori Lavoisior: Pengelompokannya masih terlalu umum
Manfaat Teori Lavoisier: Kelompokkan unsur-unsur sesuai dengan sifat kimianya sehingga nantinya dapat berfungsi sebagai referensi bagi para ilmuwan.

3. Pengelompokan menurut J.W. Dobereiner
Pada tahun 1829, J.W. Dobereinern (Johann Wolfgang Dobereiner), profesor kimia dari Jerman, mengklasifikasikan elemen berdasarkan kesamaan sifat mereka.
Dia berpendapat bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan periode rata-rata dua elemen lain yang mirip dengan strantium, kalsium dan barium. Dobereiner juga mengusulkan beberapa kelompok elemen lainnya. Unsur pembentuk garam dan massa atomnya, yaitu c1 = 35,5 Br = 80, dsn I = 127. Unsur pembentuk alkali dan massa atom. Yaitu, Li = 7, Na = 23 dan K = 39.
Pengelompokan elemen-elemen ini menghasilkan suatu urutan. Ketiga elemen, yang mirip dengan massa atom (Ar), adalah elemen kedua (tengah) rata-rata massa atom dari massa atom elemen pertama dan ketiga.
Karenanya Dobereiner sampai pada kesimpulan bahwa unsur-unsurnya ada dalam kelompok

Sumber : https://rumus.co.id/tabel-periodik/

Comments are closed.